HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN

Authors

  • Nanda Manulang Universitas Klabat
  • Mutiara Wahyuni Manoppo Universitas Klabat

DOI:

https://doi.org/10.37771/kjn.v8i1.1524

Keywords:

Dietary patterns, Dysmenorrhea, Menstrual pain, Menstrual pain, Nursing students, Prostaglandin

Abstract

Dysmenorrhea is a common menstrual pain that frequently disrupts the daily activities and productivity of university students. Although primary dysmenorrhea is common, the intensity of the pain is highly influenced by lifestyle factors, particularly dietary patterns. The consumption of foods high in fat, sugar, and monosodium glutamate (MSG) is known to trigger an increase in prostaglandin hormones, which exacerbates uterine contractions. Conversely, the intake of fiber, vitamins, and plant-based proteins plays a role in regulating these hormones. However, the tendency to consume unhealthy foods among students remains high, necessitating research to map its impact on the incidence of dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between dietary patterns and dysmenorrhea. This study employed a quantitative research design with a cross-sectional approach. Dietary patterns were assessed using a questionnaire, while the level of dysmenorrhea pain was measured using the Numerical Rating Scale (NRS). The participants were first-year nursing students at Universitas Klabat. The results indicated that the majority of nursing students at Universitas Klabat had poor dietary patterns and suffered from severe menstrual pain with an NRS score of 8–10. The statistical analysis yielded a p-value of 0.527 (> 0.05), indicating no significant relationship between dietary patterns and dysmenorrhea. These findings provide a contribution and recommendation for future researchers to utilize more specific dietary assessment instruments—focusing on food types that trigger prostaglandin elevation—as well as to investigate unstudied variables such as physical activity and stress factors, while simultaneously providing education on improving unhealthy dietary habits.

 Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang sering mengganggu aktivitas harian dan produktivitas mahasiswi. Meskipun dismenore primer umum terjadi, intensitas nyeri sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola makan. Konsumsi makanan tinggi lemak, manis, dan mengandung MSG diketahui memicu peningkatan hormon prostaglandin yang memperparah kontraksi rahim. Sebaliknya, asupan serat, vitamin, dan protein nabati berperan dalam mengontrol hormon tersebut. Namun, kecenderungan konsumsi makanan tidak sehat di kalangan mahasiswa masih tinggi, sehingga diperlukan penelitian untuk memetakan pengaruhnya terhadap kejadian dismenore. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan dismenore. Desain yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan instrumen untuk pola makan yang digunakan yaitu kuesioner dan untuk mengukur tingkat nyeri dismenore yaitu menggunakan NRS. Responden yang terlibat yaitu mahasiswi keperawatan tingkat 1 di Universitas Klabat. Hasil yang didapatkan bahwa gambaran pola makan pada Mahasiswi fakultas Keperawatan di Universitas Klabat mayoritas memiliki pola makan yang kurang baik dan mayoritas mengalami nyeri haid berat dengan skala nyeri yaitu 8-10 serta p-value 0,527 > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dan dismenore. Hal ini memberikan kontribusi dan rekomendasi bagi peneliti berikutnya untuk menggunakan instrumen pola makan yang lebih spesifik mengenai jenis makanan yang memicu peningkatan prostaglandin serta menambahkan atau meneliti variabel yang belum diteliti seperti aktivitas fisik dan faktor stres serta memberikan edukasi untuk peningkatan pola makan yang kurang baik.perlu diperhatikan sebagai langkah pencegahan peningkatan kadar lipid, glukosa dan hiperurisemia

 

References

Ambarita, A. T., & Anggraini, N. Y. (2025). Relationship between junk food consumption behavior and calcium intake with the incidence of dysmenorrhea among female students at Poltekkes Kemenkes Riau. Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG). https://doi.org/10.35451/g1btkz73

Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Rena, A. (2021). Hubungan Usia Menarche dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi di Jakarta Tahun 2021. Jurnal Menara Medika, 4(1), 10–21.

Azzahra, F., Ambarwati, D., & Pangesti, W. D. (2023a). Pengaruh Pola Makan terhadap Kejadian Dismenore pada Remaja. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(2), 87–95. https://doi.org/10.14710/jrkm.2023.18722

Damayanti, A. N. (2023). Hubungan pola makan dengan derajat keparahan. Indonesian Midwifery and Health Sciences Journal. https://doi.org/https://repository.unair.ac.id/127816/3/31.%20HUBUNGAN%20POLA%20MAKAN%20DENGAN%20DERAJAT%20KEPARAHAN.pdf

Haerani, Sri, N., Ulfa, D., Nurul, H. B., Nita, A. N., & Kamaruddin, M. (2020). Deskripsi Pengetahuan Remaja Putri Tentang Dismenore Kabupaten Bulukumba. Handayani, 2(2), 76.

Larasati, T. A., A., & Alatas, F. (2016). Dismenore Primer dan Faktor Risiko Dismenore Primer pada Remaja. Majority, 5(3), 79–84.

Misliani, A., Mahdalena, M., & Firdaus, S. (2019). Gambaran Derajat Dismenore Dan Upaya Penanganan Dismenore Dengan Cara Farmakologi Dan Nonfarmakologi Pada Siswi Kelas X Di Man 2 Rantau. Jurnal Citra Keperawatan, 7(1), 23–32. https://doi.org/10.31964/jck.v7i1.100

Mulyanti, Anna Musfiqca Lesay, A. D. S. (2022). Pembentukan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Kualitas Kesehatan Remaja di Dusun Dingkikan, Sedayu, Bantul. 2(4), 419–423.

Puspitasari, R. (2022). PENGARUH AROMATERAPI KAYU MANIS TERHADAP NYERI HAID PRIMER PADA REMAJA DI DESA PASIR GADUNG TANGERANG Friesca Berlianie Poetri Mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan, Universitas Yatsi Madani. 6(2).

Rani, P., Chakraborty, M. K., Sah, R. P. R. P. R. P., Subhashi, A., Disna, R., UIP, P., Chaudhary, D. P., Kumar, A. A. A. A. A., Kumar, R. R., Singode, A., Mukri, G., Sah, R. P. R. P. R. P., Tiwana, U. S., Kumar, B., Madhav, P., Manigopa, C., Z, A. H., Anita, P., Rameshwar, P. S., … Kumar, A. A. A. A. A. (2020). Literature review : penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi nyeri dismenore pada remaja putri. Range Management and Agroforestry, 4(1), 1–15. https://doi.org/10.1016/j.fcr.2017.06.020

Ratih, D., Ruhana, A., Astuti, N., & Bahar, A. (2022). Alasan pemilihan makanan dan kebiasaan mengkonsumsi makanan sehat pada mahasiswa UNESA Ketintang. Jurnal Tata Boga, 11(1), 22–32.

Rina Amelia, Slamet Triyadi, U. M. (2023). 3 1,2,3. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(23), 656–664.

Sanggola, E., Nani Hasanuddin, S., Perintis Kemerdekaan VIII, J., & Makassar, K. (2024). Hubungan Nyeri Berat Dismenore Dengan Kejadian Stres Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Di Stikes Nani Hasanuddin. JIMPK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa & Penelitian Keperawatan, 4, 2024.

Syarifah Nurul Rakhmawati, W. F. (2024). KONSUMSI JUNKFOOD SEBAGAI FAKTOR RISIKO DISMENOREA: TINJAUAN PUSTAKA. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 14, 1131–1142.

Widiarta, Y. (2021). Universitas Muhammadiyah Magelang. Naskah Publikasi, 10(1), 4–35.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Manulang, N., & Manoppo, M. W. (2026). HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN DISMENORE PADA MAHASISWI KEPERAWATAN. Klabat Journal of Nursing, 8(1), 179–184. https://doi.org/10.37771/kjn.v8i1.1524