Self-Esteem dan Kepatuhan Mengonsumsi Obat Antiretroviral pada Orang dengan HIV
DOI:
https://doi.org/10.37771/nj.v10i1.1436Keywords:
Antiretroviral, Kepatuhan minum obat ARV, ODHIV, Self-esteemAbstract
The success of antiretroviral therapy (ART) depends on patients’ adherence and psychological factors such as self-esteem. This study aimed to examine the relationship between self-esteem and adherence to antiretroviral medication among people living with HIV (PLHIV) in the Airmadidi Primary Health Center area. A descriptive correlational study with a cross-sectional approach was conducted involving 38 participants selected through consecutive sampling. Self-esteem was measured using the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), while adherence was assessed using the Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). The results showed no significant relationship between self-esteem and medication adherence (p = 0.437; p > 0.05). These findings indicate that self-esteem was not associated with ART adherence. Patients are encouraged to maintain consistent adherence, and future studies should explore other factors influencing adherence, including social support, knowledge, and medication side effects.
Keberhasilan terapi antiretroviral ditentukan oleh kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan secara tepat dan berkelanjutan, serta self-esteem yang merupakan penilaian individu terhadap kualitas dirinya sendiri yang diekspresikan dalam bentuk sikap sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan self-esteem dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral pada orang dengan HIV di wilayah kerja Puskesmas Airmadidi. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasi dengan 38 sampel yang diambil menggunakan teknik concecutive sampling, alat mengukur Self-esteem menggunakan kuesioner Rosenberg Self-esteem Scale sedangkan mengukur kepatuhan menggunakan Morisky Medication Adherence Scale-8. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral pada orang dengan HIV dengan nilai p-value=0,437>0,05. Dengan demikian self-esteem tidak berhubungan dengan kepatuhan mengonsumsi antiretroviral. Direkomendasikan untuk responden tetap menjaga kepatuhan mengonsumsi obat antiretroviral secara teratur walaupun kondisi psikologis berbeda-beda, peneliti selanjutnya diharapkan mengeksplorasi faktor yang dapat berpengaruh pada kepatuhan seperti dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, tingkat pengetahuan dan efek samping obat.











_(1)2.png)



