Dampak Penggunaan Gadget dalam Perbaktian Gen Z
DOI:
https://doi.org/10.31154/sjip.v2i1.1141.9-17Keywords:
Gadget, Generasi Z, IbadatAbstract
Kemajuan teknologi membentuk cara kita menjalani kehidupan sehari-hari, apalagi dengan diciptakannya gadget barang canggih yang memiliki fungsi khusus yang praktis mengubah pola kebiasaan kita mulai dari cara berkomunikasi, cara kita bekerja hingga cara kita beribadah, generasi Z merupakan generasi yang lahir di era pesatnya perkembangan teknologi dan hidup berdampingan dengan munculnya gadget. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu apa saja pengaruh penggunaan gadget terhadap peribadatan Generasi Z? Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian studi pustaka. Dalam penelitian ini pengaruh penggunaan gadget bagi generasi Z dalam ibadah bisa berdampak positif namun juga bisa berdampak negatif jika tidak digunakan dengan bijak. Pengaruh negatif yang ditemukan dalam penelitian antara lain: hilangnya identitas peribadatan, menggangu fokus dalam peribadatan, kecanduan yang mengganggu ibadah dan hilangnya respek pada peribadatan. Perlu di perhatikan bahwa peribadatan merupakan cara berhubungan kita dengan Pencipta kita seharusnya berlangsung sopan dan teratur. Oleh karena itu, dengan adanya penelitian ini, peneliti memberikan kesadaran akan pemahaman akan penggaruh negatif gadget kepada generasi Z dalam peribadatan.
References
AF Magazine. (2015). Pahami remaja generasi Z. Tangerang: SMP-SD-TK Al-fath Cirendu.
Anggraeni, A., & Hendrizal, H. (2018). Pengaruh penggunaan gadget terhadap kehidupan sosial para siswa SMA. Pelita Bangsa Pelestari Pancasila, 13(1), 64-76. https://pbpp.ejournal.unri.ac.id/index.php/JPB/article/view/5149
Alvara Research Center (2022). "Durasi penggunaan internet antargenerasi di Indonesia". https://dataindonesia.id/internet/detail/survei-generasi-z-indonesia-paling-gandrung-gunakan-internet
Chusna, P. A. (2017). Pengaruh media gadget pada perkembangan karakter anak. Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan, 17(2), 315-330. https://ejournal.uinsatu.ac.id/index.php/dinamika/article/view/842.
Damayanti, R. A. M. (2017). Hubungan penggunaan gadget dengan pencapaian tugas perkembangan anak usia remaja awal SDN di Kecamatan Godean. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/15552
Sitompul, E. M. (2012). Gereja menyingkapi perubahan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Gutandjala, S. M. (2018). Pengaruh teknologi komunikasi digital terhadap pertumbuhan karakter generasi net di Indonesia. Institutio: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 4(2). https://doi.org/10.51689/it.v4i2.148
Kasingku, J., & Sanger, A. H. F. (2023). Dunia digital vs dunia rohani: Dilema dalam pertumbuhan anak. Journal of Education Research, 4(3), 1325-1330. https://doi.org/10.37985/jer.v4i3.476
Marpaung, J. (2018). Pengaruh penggunaan gadget dalam kehidupan. KOPASTA: Journal of the Counseling Guidance Study Program, 5(2). https://doi.org/10.33373/kop.v5i2.1521
Novitasari, W., & Khotimah, N. (2016). Dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia 5-6 tahun. Jurnal PAUD Teratai, 5(3), 182-186. https://core.ac.uk/download/pdf/230643476.pdf.
Pebriana, P. H. (2017). Analisis penggunaan gadget terhadap kemampuan interaksi sosial pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 1-11. https://doi.org/10.31004/obsesi.v1i1.26
Pratama, H. C. (2012). Cyber smart parenting: Kiat sukses menghadapi dan mengasuh generasi digital. Visi Press. Bandung: PT. Visi Anugerah Indonesia.
Purba, E., Handayani, D., Magdalena, M., Sarumaha, N., & Wiryadinata, H. (2021). Redefinisi ibadah pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Teologi Berita Hidup, 4(1), 36-46. https://doi.org/10.38189/jtbh.v4i1.108
Putra, Y. S. (2017). Theoritical review: Teori perbedaan generasi. Among makarti, 9(2). https://jurnal.stieama.ac.id/Index.Php/Ama/Article/View/142.
Rahmi, Yati (2023) "Survei APJII: Pengguna internet di Indonesia tembus 215 juta orang". https://teknologi.bisnis.com/read/20230308/101/1635219/survei-apjii-pengguna-internet-di-indonesia-tembus-215-juta-orang.
Rideout, V. J., Foehr, U. G., & Roberts, D. F. (2010). Generation M 2: Media in the lives of 8-to 18-year-olds. Henry J. Kaiser Family Foundation. https://eric.ed.gov/?id=eD527859.
Santosa, E. T. (2015). Raising children in digital era. Jakarta: Elex Media Komputindo
John, S. (2014). Khotbah di bukit. Jawa Timur: Literatur Perkantas.
The Harris Poll, “Beyond Millennials: The Next Generation of Learners,” https://www.pearson.com/content/dam/one-dot-com/one-dot-com/global/Files/news/news-annoucements/2018/The-Next-G
Tim Promkes RSST - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten Mengenal Phubbing (2022) https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/357/mengenal-phubbing
Tumundo, M. E., Sagala, R., & Hutagalung, S. (2021). Kebutuhan pendampingan pastoral untuk mengatasi kecanduan game online remaja di jemaat GMAHK Pioneer Tompaso. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 3(2), 205-216. https://doi.org/10.35909/visiodei.v3i2.229
White, E. G. (1999). Kemenangan akhir. Bandung: Indonesia Publishing House.
White, J. E. (2017). Meet generation Z: Understanding and reaching the new post-Christian world. Baker Books.
Widiawati, I., & Sugiman, H. (2014). Edy.(2014). Pengaruh penggunaan gadget terhadap daya kembang anak. Jakarta: Universitas Budi Luhur. Jurnal Ilmiah. http://stmikglobal.ac.id/wpcontent/up loads/2014/05/ARTIKELIIS. pdf.
Youarti, I. E., & Hidayah, N. (2018). Perilaku phubbing sebagai karakter remaja generasi Z. Jurnal Fokus Konseling, 4(1), 143-152. https://doi.org/10.26638/jfk.553.2099