HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA

  • Ellen Padaunan
  • Frendy Fernando Pitoy Universitas Klabat
  • Lovely Jellita Najoan

Abstract

Depresi merupakah salah satu masalah yang sering dialami lansia. Depresi dapat menimbulkan dampak seperti penurunan fungsi tubuh dan bahkan sampai pada bunuh diri. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi depresi adalah kegiatan agama atau kegiatan religius seperti beribadah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkat depresi pada lansia di Desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan uji statistik spearmen correlation. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling, yaitu sebanyak 56 responden. Instrumen yang digunakan adalah Centrality of Religiosity Scale dan Geriatric Depression Scale (GDS-15). Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 56 partisipan didapati sebagian besar yaitu 32 orang (57,1%) memiliki tingkat depresi ringan dan terdapat 30 orang (53,6%) dengan tingkat religiusitas tinggi. Lebih lanjut, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat depresi pada lansia di desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder dengan nilai signifikan p= 0,266. Direkomendasikan bagi para lansia yang berada di Desa Kolongan Kecamatan Sonder, untuk dapat melibatkan diri dalam berbagai aktifitas untuk menurunkan perasaan depresi yang dirasakan

Published
2022-04-29
How to Cite
PADAUNAN, Ellen; PITOY, Frendy Fernando; NAJOAN, Lovely Jellita. HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA. Nutrix Journal, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 9-13, apr. 2022. ISSN 2580-6432. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/nutrix/article/view/784>. Date accessed: 07 july 2022. doi: https://doi.org/10.37771/nj.Vol6.Iss1.784.