HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ROKOK YANG DI KONSUMSI DENGAN INSOMNIA PADA ORANG DEWASA

  • I Gede Purnawinadi Universitas Klabat
  • Maisyeliani Angelia Baureh

Abstract

Insomnia is a symptom that a person experiences when experiencing chronic sleep difficulties, often awakens from sleep, short sleep or non-resortative sleep. A smoker needs more sleep time to fall asleep compared to non-smokers. The more often someone or the more cigarettes consumed or smoked in a day, the higher the insomnia will be experienced. This study aims to determine the relationship of the number of cigarettes with the incidence of insomnia in Kaima Village, Kauditan District. The research design used was descriptive correlation with cross-sectional approach, using purposive sampling technique with a sampling of 80 respondents. The results found were 34 respondents (42.5%) with moderate smoker consumption (11-20 stems), and the picture of the most respondent insomnia was 37 respondents (46.3%) with mild insomnia. The results of the Spearman Correlation statistical test showed a significant value of p = 0.030 <0.05 with weak correlation coefficients where r = 0.243 in a positive direction. There is a relationship between the number of cigarettes and the incidence of insomnia in Kaima Village, Kauditan Subdistrict. It is recommended for future researchers to add variables to the duration of smoking, gender, and age of the respondent. It is hoped that the people of the village of Kaima Kecacmatan Kauditan can change their smoking behavior, namely reducing the number of cigarettes consumed or can even stop smoking.


Keywords: Insomnia, Amount of Cigarette Consumption


Insomnia merupakan gejala yang dialami seseorang ketika mengalami kesulitan tidur kronis, sering terbangun dari tidur, tidur pendek atau tidur non-resoratif. Seorang perokok membutuhkan waktu tidur lebih lama untuk dapat tertidur dibandingkan dengan yang tidak merokok. Semakin sering seseorang atau semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi atau yang dihisap dalam sehari maka semakin tinggi insomnia yang akan dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah rokok dengan kejadian insomnia di Desa Kaima Kecamatan Kauditan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampling 80 responden. Hasil yang didapati adalah 34 responden (42,5%) dengan konsumsi perokok sedang (11-20 batang), dan gambaran insomnia responden terbanyak adalah 37 responden (46,3%) dengan insomnia ringan. Hasil uji statistik Spearman Correlation menunjukkan nilai signifikan p= 0,030< 0,05 dengan koefisiensi korelasi lemah dimana r= 0,243 dengan arah yang positif. Ada hubungan jumlah rokok dengan kejadian insomnia di Desa Kaima Kecamatan Kauditan. Direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya untuk menambahkan variabel durasi merokok, jenis kelamin, dan umur responden. Bagi masyarakat Desa Kaima Kecacmatan Kauditan diharapkan dapat mengubah perilaku merokok yaitu mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi atau bahkan bisa berhenti merokok.


Kata Kunci: Insomnia, Jumlah Konsumsi Rokok

Published
2019-07-28
How to Cite
PURNAWINADI, I Gede; BAUREH, Maisyeliani Angelia. HUBUNGAN ANTARA JUMLAH ROKOK YANG DI KONSUMSI DENGAN INSOMNIA PADA ORANG DEWASA. Nutrix Journal, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 29-35, july 2019. ISSN 2580-6432. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/nutrix/article/view/386>. Date accessed: 31 may 2020. doi: https://doi.org/10.37771/nj.Vol3.Iss1.386.