PENYIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA DEMAM BERDARAH DENGUE

  • I Gede Purnawinadi Faculty of Nursing Universitas Klabat
  • Krisbi Jeri Gabriel Puskesmas Adean, Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai Laut-Sulawesi Tengah
  • Suryadi Muhammad Ali Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah-Maluku Utara

Abstract

Demam berdarah dengue masih merupakan masalah kesehatan masyarakat dan salah satu penyakit menular yang potensial menimbulkan KLB. Jumlah kasus cenderung meningkat dan daerah penyebarannya bertambah luas, sehingga kejadian luar biasa masih sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh kepastian terjadinya KLB, mengetahui gambaran dan besarnya masalah KLB demam berdarah dengue yang terjadi diwilayah kerja Puskesmas Tateli. Desain penelitian yang digunakan adalah survei dan observasional analitik dengan pendekatan eksploratif deskriptif. Pelacakan kasus dilakukan dengan mempelajari rekam medik rawat inap dan register rawat jalan dari puskesmas Tateli dan data dikumpulkan secara Active Case Finding. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data epidemiologi deskriptif distribusi frekuensi berdasarkan variabel waktu, orang, tempat, serta sumber penularan. Hasil penelitian menunjukkan telah terjadi KLB DBD dari 37 kasus tersebar di 4 desa di Kecamatan Mandolang Wilayah kerja Puskesmas Tateli. Penularan terjadi pada minggu ke-37 tanggal 3 Oktober 2014 hingga minggu ke ke-7 (24 Februari 2015), faktor utama dari kebiasaan hidup dan lingkungan. Kasus tertinggi pada kelompok umur 5-14 tahun dengan jumlah 25 kasus. Attack Rate tertinggi pada kelompok umur 5-14 tahun (0,59%) dengan CFR sebesar 2,70 pada kelompok umur 0-4 tahun. Rekomendasi untuk pihak- pihak terkait baik masyarakat untuk sadar berperilaku hidup bersih dan sehat, puskesmas, dinas kesehatan, dan institusi kesehatan lainnya untuk melakukan berbagai upaya dalam menekan kasus deman berdarah dengue.


 


Dengue hemorrhagic fever is still a public health problem and one of the infectious diseases that have the potential to cause an outbreak. The number of cases tends to increase and the area of ​​spread is wider so that extraordinary incidents are still frequent in various regions in Indonesia. The purpose of this study was to obtain certainty about the occurrence of outbreaks, to know the description and magnitude of the dengue hemorrhagic fever outbreaks that occurred in the working area of ​​Puskesmas Tateli. The research design used was a survey and observational analytic with a descriptive exploratory approach. Case tracking was carried out by studying inpatient medical records and outpatient registers from Puskesmas Tateli and data were collected using Active Case Finding. The data collection process uses a questionnaire and observation sheet. Descriptive epidemiological data analysis of frequency distribution based on variables of time, person, place, and source of transmission. The results showed that there had been an outbreak of dengue fever from 37 cases spread across 4 villages in Mandolang District, the working area of ​​Puskesmas Tateli. Transmission occurred in the 37th week of October 3, 2014, until the 7th week (24 February 2015), the main factor of life habits and the environment. The highest cases were in the age group 5-14 years with 25 cases. The highest attack rate is in the 5-14 years age group (0.59%) with a CFR of 2.70 in the 0-4 years age group. Recommendations for related parties, including the community to be aware of having a clean and healthy lifestyle, health centers, health offices, and other health institutions to make various efforts to reduce cases of dengue hemorrhagic fever.

References

Bagian Data dan Statistik Kecamatan Mandolang. (2014). Data Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa.

Chen K., Pohan H.T., Sinto R. (2009). Diagnosis dan Terapi Cairan pada Demam Berdarah Dengue. Medicinus 22 (1): 3-7.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pencegahan dan Pemberantasan Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Dirjen P2L.

Djoni Djunaedi, (2006), Demam Berdarah. Malang: UMM Press.

Detikhealth. (2013). Demam Berdarah, Penyakit Tropis yang Paling Cepat Menular. http://health.detik.com/read/2013/01/17/174526/2145487/763/ who-demam-berdarah-penyakit-tropis-yang-paling-cepat-menular. Diakses 22 Mei 2015.

Gubler D.J. (1998). Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever. Clinical Microbiology Reviews 11 (3): 480-496.

Lestari, K. (2007). Epidemiologi Dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia. Farmaka, Vol. 5 No. 3, Desember 2007. Jatinangor: Fakultas Farmasi Universitas Padjadajaran.

M. N. Bustan. (1997). Pengantar Epidemiologi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Pratiwi D.S. (2009). Demam Berdarah Dengue, Cara Mencegah dan Menanggulanginya. Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Available from: http://www.surabaya-ehealth.org/dkksurabaya/berita/demam-berdarah-dengue-cara-mencegah-dan-menanggulanginya. Diakses 22 Mei 2015.
Puskesmas Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. (2014). Profil Kesehatan Puskesmas Mandolang Tahun 2014. Bagian Pusat dan Data Kesehatan (PUSDAKES).

Rena, Ni Made Renny a, dkk. (2009). Kelainan Hematologi pada Demam Berdarah Dengue. J Peny Dalam, Volume 10 Nomor 3 September 2009. Denpasar: FK Unud RSUP Sanglah Denpasar.

Soegijanto H.S. (2006). Patogenesa dan Perubahan Patofisiologi Infeksi Virus Dengue. Jakarta
Widoyono. (2008). Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan, dan Pemberantasannya. Jakarta: Erlangga.

World Health Organization. (2000). Demam Berdarah Dengue: Diagnosis, Pengobatan, Pencegahan, dan Pengendalian. Edisi 2. Jakarta: EGC.

World Health Organization. (1997). Dengue Haemorrhagic Fever, Treatment, Prevention, and Control. 2nd edition. WHO
Published
2020-10-31
How to Cite
PURNAWINADI, I Gede; GABRIEL, Krisbi Jeri; ALI, Suryadi Muhammad. PENYIDIKAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN LUAR BIASA DEMAM BERDARAH DENGUE. Klabat Journal of Nursing, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 25-34, oct. 2020. ISSN 2685-7154. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/kjn/article/view/497>. Date accessed: 26 feb. 2021. doi: https://doi.org/10.37771/kjn.v2i2.497.