Perbandingan Kepatuhan Perawat Dalam Mencuci Tangan Di Unit Kritis Dan Unit Medikal Bedah Rumah Sakit Advent Bandung

  • Tetty Hotmauly Sitorus Universitas Advent Indonesia
  • Mori Agustina br Perangin-angin

Abstract

Konstribusi besar dalam pencegahan infeksi nosokomial di Rumah Sakit berada di tangan perawat. Kepatuhan perawat dalam mencuci tangan sangat dibutuhkan agar dapat mengontrol transmisi penyebab infeksi. Penelitian adalah komparatif deskriptif design dengan  metode purposive sampling  terhadap 121 orang perawat yang bekerja di unit perawatan kritis dan unit perawatan medikal bedah Rumah sakit Advent Bandung  pada bulan April – Maret 2010. Instrumen yang digunakan adalah lembar obeservasi kepatuhan mencuci tangan yang terdiri atas check list five moments dan check list 6 langkah mencuci tangan. Pengelolaan data dilakukan menggunakan metode persentase, dan uji komparatif dengan independent sample t-test. Hasil yang diperoleh adalah sebanyak 70%  perawat kritikal yang patuh melakukan 6 langkah cuci tangan, dan 91%  patuh melakukan five moments. Jumlah perawat medikal bedah yang patuh melakukan 6 langkah cuci tangan sebanyak 63% dan yang patuh melakukan five moments adalah sebesar 70%. Uji komparatif dengan independent sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p<0,05)  yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kepatuhan perawat dalam melakukan prosedur cuci tangan dengan 6 langkah dan five moments di unit rawat kritis dan unit rawat medikal bedah. Penulis sarankan untuk melakukan kajian lebih dalam tentang faktor faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam cuci tangan.


 


 


Kata Kunci: Mencuci tangan, Kepatuhan Perawat


 


 


ABSTRACT


The nurse gives an a big contribution to the prevention of nosocomial infections in hospitals. Nurses’ handwashing compliance is needed in order to control infection transmission. The comparative descriptive design with a purposive sampling method to 121 nurses who work in the critical care unit and surgical medical care unit  Rumah Sakit Advent was conducted on February – March 2020. The instrument used was a handwashing compliance observation sheet consisting of five moments checklist and  6 step hand washing checklist. Data management is done using the percentage method, and comparative test with an independent sample t-test. The results obtained are as many as 70% of critical nurses who obediently do 6 steps of handwashing, and 91% obediently do 5 moments. The number of surgical medical nurses who adhere to 6 steps of handwashing is 63% and those who obey do 5 moments is 70%. A Comparative test with an independent sample t-test obtained a significance value of 0,000 (p <0.05) which means that there is a significant difference in the level of compliance of nurses in performing handwashing procedures with 6 steps and 5 moments in the critical care unit and surgical medical care unit. The author recommends assessing factors that influence nurses' handwashing compliance in handwashing.


 


Keywords: Hand washing, Nurse Compliance


 


 

References

Amalia, R., Laksmono, W., dan Syamsulhuda. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan tenaga kesehatan melakukan cuci tangan (studi kasus di instalasi rawat inap Rajawali RSUP DR. Kariadi Semarang). Jurnal Kesehatan Masyrakat. 4(3),1083-1088.
Budiarso, L. (2012). Pengaruh cuci tangan dalam penurunan jumlah mikroba di kulit tangan. Ebers Papyrus. 18(1),23-29.
Dewi, R.R.K. (2017). Faktor determinasi kepatuhan perawat dalam melakukan praktik cuci tangan di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Khatulistiwa. 4(3),233-237.
Hayah, S.N. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam penerapan hand hygiene di instalasi gawat darurat RSUD PROF. Margono Soekarjo Purwokerto. Skripsi. Purwokerto: Universitas Muhammadiyah.
Fauzia, N., Ansyori, A., dan Hariyanto, T. (2014). Kepatuhan standar operasional hand hygiene pada perawat di ruang rawat inap. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 1(2).
Hertina, Y.N., Endang, S.L., dan Rebriarina, H. (2019). Pengaruh cuci tangan terhadap penurunan jumlah bakteri pada hospital personnel di RS Nasional Diponegoro. Jurnal Kedokteran Diponegoro. 8(2),841-851.
Kurniawati, A.F.S, Prijoni, S., dan Novita, A. (2015). Perbedaan risiko multidrug resistance organisms (MDROS) menurut faktor risiko dan kepatuhan hand hygiene. Jurnal Berkala Episemiologi. 3(3),277-289.
Santri, I.N., Fatwa, S.T.D., dan Hera, N. (2017). Perbedaan angka kuman di telapak tangan perawat menurut tingkat pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan cuci tangan di rumah sakit swasta. Berita Kedokteran Masyarakat. 32(2), 73-78.
Situngkir, S.F. (2014). Faktor-faktor yang memperngaruhi kepatuhan petugas kesehatan dalam penerapan cuci tangan di Poli Gigi RSCM Jakarta. Tesis. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
WHO.(2016). The burden of health care associated infection. [online]. Available at https://www.who.int/infection-prevention/publications/burden_hcai/en/. [diakses pada 01 Maret 2020].
Zakaria, A.A., dan Liena, S. (2018). Correlation between nurse knowledge and attitude hand hygiene compliance. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 9(2),74-81.
Ayşe Karaaslan,Eda Kepenekli Kadayifci, Serkan Atıcı, Uluhan Sili , Ahmet Soysal, Gülcan Çulha,Yasemin Pekru, Mustafa Bakır (2014). Compliance of Healthcare Workers with Hand Hygiene Practices in Neonatal and Pediatric Intensive Care https://doi.org/10.1155/2014/306478
Published
2020-04-30
How to Cite
SITORUS, Tetty Hotmauly; BR PERANGIN-ANGIN, Mori Agustina. Perbandingan Kepatuhan Perawat Dalam Mencuci Tangan Di Unit Kritis Dan Unit Medikal Bedah Rumah Sakit Advent Bandung. Klabat Journal of Nursing, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 19-29, apr. 2020. ISSN 2685-7154. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/kjn/article/view/419>. Date accessed: 01 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.37771/kjn.v2i1.419.