FREKUENSI ASUPAN MAKAN SUMBER SERAT DAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA ADVENT DAN NON-ADVENT

  • Jeanette Imanuela Diva Sulistiono Universitas Advent Indonesia
  • Evelin Malinti

Abstract

Penuaan adalah proses dimana sistem imunitas menurun, terjadinya kelemahan dan berbagai perubahan dalam organ tubuh. Pada lansia, proses penuaan pasti terjadi dan salah satunya adalah penurunan sistem gastrointestinal yang bisa mengakibatkan masalah konstipasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi asupan serat dan kejadian kostipasi serta karakteristik feses pada lansia Advent dan Non-Advent. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan desain potong lintang. Responden pada penelitian ini sebanyak 60 orang yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner food-frequency, kejadian konstipasi dan Bristol Stool Chart. Hasil penelitian dengan uji t-independen menunjukan perbedaan yang signifikan (p<0.50) pada frekuensi asupan makanan sumber serat kedua kelompok. Kejadian konstipasi dan karakteristik feses pada kedua kelompok juga menujukkan perbedaan yang signifikan (p<0.50). Dengan demikian frekuensi asupan makanan sumber serat mempengaruhi karakteristik feses dan kejadian konstipasi. Penelitian lebih lanjut dapat mengevaluasi  pola makan dan jenis makanan yang mempengaruhi konstipasi pada lansia.

Published
2019-11-21
How to Cite
SULISTIONO, Jeanette Imanuela Diva; MALINTI, Evelin. FREKUENSI ASUPAN MAKAN SUMBER SERAT DAN KEJADIAN KONSTIPASI PADA LANSIA ADVENT DAN NON-ADVENT. Klabat Journal of Nursing, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 8-12, nov. 2019. ISSN 2685-7154. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/kjn/article/view/410>. Date accessed: 20 feb. 2020.