PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP RETURN SAHAM BANK UMUM

  • Linne Kainde Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat
  • Gracellah Sheryl Karnoto Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Jumlah uang beredar, Inflasi dan Nilai Tukar terhadap Return Saham Bank Umum. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan sektor perbankan kelompok bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014 – 2018. Dengan menggunakan metode purposive sampling maka sampel pada penelitian ini berjumlah 30 bank dengan total 1800 data. Metode statistik yang digunakan adalah metode regresi antara variabel independen yakni jumlah uang beredar, inflasi, dan nilai tukar terhadap variabel dependen return saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah uang beredar dan nilai tukar tidak berpengaruh, sedangkan Inflasi signifikan berpengaruh terhadap return Saham bank umum. Tujuan utama investor dari investasi adalah peningkatan kekayaan melalui return saham untuk itu investor harus memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisa dipasar modal berdasarkan faktor-faktor makroekonomi sehingga investor dapat melakukan portofolio investasi dengan baik.


Kata Kunci: Jumlah uang beredar, inflasi, nilai tukar, return saham

References

Adisetiawan. (2009). Hubungan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Inflasi, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Benefit Jurnal Manajemen dan Bisnis, 13(1), 23-33.

Adiyadnya, I. N., Artin, L. G., & Rahyuda, H. (2016). Pengaruh Beberapa Variabel Ekonomi Makro Terhadap Profitabilitas dan Return Saham pada Industri Perbankan di BEI. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 5(8), 2601-2602.

Arista, D., & Astohar. (2012). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Return Saham. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntasi Terapan, 3(1), 2-10.

Cahyadin, M., & Awirya, A. A. (2015). Interaksi antara Indikator Moneter dan Indikator Makroekonomi di Indonesia tahun 2005-2010. Jurnal Ekonomi Kuantitatif Terapan, 5(2), 101-108.

Devaki, A. (2017). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Perusahaan LQ45 Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Benefita, 2(2), 157-168.

Fortuna, B. (2016). Hubungan antara Indeks Harga Saham dengan Indikator Makro Ekonomi: Kajian Teori. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB Universitas Brawijaya.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPPS,Edisi Ketiga. Semarang: BP Undip.

Ginting, M. R., Topowijono, & Sulasmiyati, S. (2016). Pengaruh Tingkat Suku Bunga, Nilai Tukar dan Inflasi Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Sub-Sektor Perbankan Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Administrasi Bisnis, 35(2), 77-85.

Hidayat, L. R., Setyadi, D., & Azis, M. (2017). Pengaruh inflasi dan suku bunga dan nilai tukar rupiah serta jumlah uang beredar terhadap. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, 19(2), 148-154.

Ismawati, L., & Hermawan, B. (2013). Pengaruh kurs mata uang rupiah atas dollar AS, tingkat suku bunga sertifikat bank indonesia dan tingkat inflasi terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) pada bursa efek indonesia (BEI). Jurnal ekono insentif kopwil4, 7(2), 1-13.

Jatiningsih, O., & Musdholifah. (2007). Pengaruh variabel makroekonomi terhadap indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Aplikasi Manajemen, 8(2), 75-82.

Kurniadi, R. (2013). Analisis pengaruh nilai tukar, suku bunga, dan jumlah uang beredar, terhadap nilai harga saham sektor properti di Bursa Efek Indonesia (BEI). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi, 92-93.

Lestari, M. (2005). Pengaruh Variabel Makro Terhadap Return Saham Di Bursa Efek Jakarta: Pendekatan Beberapa Model. SNA VII Solo.

Nasir, A., & Mirza, A. (2011). Pengaruh Nilai Kurs, Inflasi, Suku Bunga Deposito dan Volume Perdagangan Saham Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ekonomi,19(4).

Natassyari, M. (2006). Analisis hubungan antara pasar modal dengan nilai tukar, cadangan devisa, dan ekspor bersih. Institut Pertanian Bogor, Skripsi, 40-41.

OJK. (2016). Pasar Modal. Otoritas Jasa Keuangan; Seri Literasi Keuangan Perguruan Tinggi.

Pangemanan, V. (2013). Inflasi, nilai tukar, suku bunga terhadap risiko sistematis pada perusahaan sub-sektor food and beverage di BEI. Jurnal EMBA 1(3), 189-196.

Setyaningrum, R., & Muljono. (2016). Inflasi, Tingkat Suku Bunga dan Nilai Tukar Terhadap Return Saham. Jurnal Bisnis & Ekonomi, 14(2), 151-161.

Siamat, D. (2005). Manajemen lembaga keuangan, kebijakan moneter dan perbankan. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, edisi pertama.

Silim, L. (2013). Pengaruh Variabel Ekonomi Makro terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Pada Bursa Efek Indonesia periode 2002-2011. Jurnal ilmiah mahasiswa univesitas surabaya, 2(2), 4-10.

Sinaga, H. F. (2015). Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Variabel Makroekonomi di Indonesia; (master's thesis). ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga.

Sodikin, A. (2007). Pengaruh Faktor Agregat Ekonomi Terhadap Return Saham. Jurnal Perspektif Ekonomi, 2(1), 60-89.

Sukirno, S. (2010). Makroekonomi. Teori pengantar. Jakarta: PT Grasindo Persada.

Sunariyah. (2004). Pengantar pengetahuan pasar modal. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Tandjung, M. (2011). Aspek dan prosedur ekspor-impor. Jakarta: Salemba Empat.

Tjolleng, A., & Manurung, T. (2013). Analisis Portofolio dalam Investasi Saham Pada Pasar Modal. Jurnal Matematika dan Aplikasi, 2(2), 33-40.

Winardy, A. (2019). Pengaruh Faktor Ekonomi Makro Terhadap Stock Return pada Indeks Saham LQ45. Jurnal Ekonomi & Ekonomi Syariah, 2(1)
Published
2021-02-28
How to Cite
KAINDE, Linne; KARNOTO, Gracellah Sheryl. PENGARUH JUMLAH UANG BEREDAR, INFLASI, DAN NILAI TUKAR TERHADAP RETURN SAHAM BANK UMUM. Klabat Journal of Management, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 33-47, feb. 2021. ISSN 2722-726X. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/kjm/article/view/557>. Date accessed: 21 oct. 2021. doi: https://doi.org/10.31154/kjm.v2i1.557.33-47.