EARNINGS AND CASH FLOW IN PREDICTING FINANCIAL DISTRESS

  • Queensly Malumbeke Faculty of Economics and Business Universitas Klabat
  • Frisky Jeremy Kasingku Faculty of Economics and Business, Universitas Klabat

Abstract

This study aimed to test the effect of earnings and cash flow to predict the probability of financial distress. This study examines seven years of financial report investigate the prediction ability of earnings and cash flows to financial distress in a longer period. This study uses manufacturing companies listed in Indonesian Stock Exchange as the sample.  Earnings before taxes and operating cash flow ratio data on the 2012-2017 is used to predict financial distress. This research used causal descriptive method and data were analyzed with logistic regression models with SPSS. The results of this study show that earnings have a significant influence in predicting financial distress that occurred in manufacturing sector companies. However, cash flow was not able to predict the financial distress.


Keywords: Earnings, cash flow, financial distress


Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh laba dan arus kas untuk memprediksi probabilitas terjadinya financial distress. Penelitian ini mengkaji laporan keuangan tujuh tahun dengan menyelidiki kemampuan prediksi laba dan arus kas terhadap financial distress dalam periode yang lebih lama. Penelitian ini menggunakan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai sampel. Data laba sebelum pajak dan rasio arus kas operasi tahun 2012-2017 digunakan untuk memprediksi financial distress. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kausal dan data dianalisis dengan model regresi logistik dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba memiliki pengaruh yang signifikan dalam memprediksi financial distress yang terjadi pada perusahaan sektor manufaktur. Namun, arus kas tidak mampu memprediksi kesulitan keuangan.


Kata kunci: Laba, arus kas, financial distress

References

Adnan, M. A., & Kurniasih, E. (2000). Analisis Tingkat Kesehatan Perusahaan untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan dengan Pendekatan Altman [Kasus pada Sepuluh Perusahaan di Indonesia]. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 4(2), 131-151.

Almilia, L. S., & Herdinigtyas, W. (2005). Analisis Rasio CAMEL Terhadap Prediksi Kondisi Bermasalah pada Lembaga Perbankan Perioda 2000-2002. Jurnal Akuntansi & Keuangan, 7(2), 131-147.

Almilia, L. S., & Kristijadi (2003). Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Financial Distress Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia, 7(2), 183-210.

Andriyani, I. (2015). Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Pertumbuhan Laba pada Perusahaaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek. Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya, 13(3), 343-358.

Ariana, D., Hadjaat, M., & Yudaruddin, R. (2018). Pengaruh Cash Flow, Expenditure dan Nilai Perusahaan Terhadap Cash Holding pada Perusahaan Sektor Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012-2015. Jurnal Manajemen, 10(1), 7-13.

Atmini, S., & Wuryana (2005). Manfaat Laba dan Arus Kas untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Textile Mill Products dan Apparel and Other Textile Products yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Simposium Nasional Akuntansi, 8, 460-474.

Badan Pusat Statistik. (2017). Diunduh dari https://www.bps.go.id/publication/2017/12/05/997065f6aa70f36fb49b8a53/perkembangan-indeks-industri-manufaktur-2013-2017.html

Baizrakhmanov, B., & Gu, X. (2016). An Empirical Study of The Impact of Excess Cash Holdings on Enterprise Value for Nordic and Chinese Listed Companies. Tesis. Lund : Lund University

Baridwan, Z. (2004). Intermediate Accounting. (8). Jogjakarta: BPFE.

Brigham , E. F., & Houston, J. F. (2002). Manajemen Keuangan. Erlangga: Jakarta.

Carolina, V., Marpaung, E. I., & Pratama, D. (2017). Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2014-2015). Jurnal Akuntansi Maranatha, 9(2), 137-145.

Claessens, S., Djankov, S., & Klapper, L. (2003). Resolution of Corporate Distress in East Asia. Journal of Empirical Finance, 10, 199-216.

Connelly, B. L., Ireland, R. D., Certo, S. T., & Reutzel C. R. (2011). Signaling Theory: A Review and Assessment. Journal of Management, 37(1), 39-67.

Djongkang F., & Rita, M. R. (2014). Manfaat Laba dan Arus Kas untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress. Seminar Nasional dan Call for Paper Sancall, 247-255.

Dwijayanti, S. P. F. (2010). Penyebab, Dampak dan Prediksi dari Financial Distress serta Solusi untuk Mengatasi Financial Distress. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 2(2), 191-205.

Fauziah, I. (2018). SAP Standar Akuntansi Pemerintahan. Jakarta: Ilmu Media

Geng, R., Bose, I., & Chen, X. (2014). Prediction of Financial Distress: An Empirical Study of Listed Chinese Companies Using Data Mining. European Journal of Operation Research, 241(1), 236-247.

Gitman, L. J., & Zutter, C. J. (2012). Principles of Managerial Finance (Thirdteenth ed.) United Stated of America: Pearson.

Hamid, E. S. (2009). Akar Krisis Ekonomi Global dan Dampaknya Terhadap Indonesia. Jurnal Ekonomi Islam, 3(1), 1-11.

Hanifah, E. O., & Purwanto, A. (2013). Pengaruh Struktur Corporate Governance dan Financial Indicators Terhadap Kondisi Financial Distress. Diponegoro Journal of Accounting, 2(2), 1-15.

Hery. (2014). Mahir Accounting Principles. Jakarta: PT Gramedia.

Hery. (2016). Financial Ratio for Business.Jakarta: PT Gramedia.

Hery (2017). Teori Akuntansi Pendekatan Konsep dan Analisis. Jakarta: PT Gramedia.

Irianti, T. E. (2009). Analisis Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas, dan Laba Akuntansi Terhadap Harga dan Return Saham. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10(2), 365-375.

Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. Siaran Pers. Diakses pada Februari 12, 2019, dari http://www.kemenperin.go.id/artikel/18630/Lampaui-31-Persen,-Industri-Manufaktur-Penyumbang-Pajak-Terbesar.

Kordestani, G., Biglari, V., & Bakhtiari, M. (2011). Ability of Combinations of Cash Flow Components To Predict Financial Distress. Business: Theory and Practice, 12(3), 277-285.

Kurniati, Y., & Yanfitri. (2010). Dinamika Industri Manufaktur dan Respon Terhadap Siklus Bisnis. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan. 136-168.

Mas'ud, I., & Srengga, R. M. (2012). Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Universitas Jember, 10(2), 139-154.

Mahendra, K. (2016). Pengaruh Krisis Subprime Mortgage Amerika Serikat Terhadap Perbankan Syariah Muamalat Indonesia Tahun 2006-2009. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 1-13.

McCue, M. J. (1991). The Use of Cash Flow to Analyze Financial Distress in California Hospitals. Hospitals and Health Service Adminstration, 36, 223-241.

Meldawati & Ananda, F. (2013). Analisis Rasio Arus Kas Untuk Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Kalbe Farma, Tbk. Buletin Ilmiah Keuangan dan Perbankan, 6(1). 1-15.

Mugo, R., Koech, E. C., & Nyang'aya, A. R. O. (2018). Prediction of Financial Distress in The Light of Financial Crisis: A Case of Listed Firms in Kenya. International Journal of Economics, Commerce and Management, 6(6), 207-226.

Narsa, I. M. (2011). Predisi Aliran Kas Berdasarkan Laba Fungsional dan Aliran Kas Kelambanan: Komparasi Antara US dan Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 13(1), 1-12.

Nukmaningtyas, F., & Worokinasih, S. (2018). Penggunaan Rasio Profitabillitas, Likuiditas, Leverage, dan Arus Kas Untuk Memprediksi Financial Distress. Jurnal Administrasi Bisnis, 61(2), 136-143.

Pálinkó,E., & Svoób, A. (2016). Main Causes and Process of Financial Distress. Public Finance Quarterly, 4, 516-532.

Pasaribu, R. B. F. (2008). Penggunaan Binary Logit Untuk Prediksi Financial Distress Emiten di Bursa Efek Jakarta (Studi Kasus Emiten Industri Perdagangan. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi VENTURA, 11(2), 153-172.

Phassawan, S. (2009). Predicting Financial Distress: Evidence from Thailand. Thesis. Bangkok: Martin De Tours School of Management.

Platt, H.D., & Platt, M. B. (2002). Predicting Corporate Financial Distress: Reflections of Choice-Based Sample Bias. Journal of Economics and Finance, 26(2), 144-199.

Rafique, A. (2018). Effect of Financial Distress on Operating Cash Flows. International Journal of Management and Applied Science, 4(1), 45-49.

Rice. (2015). Altman Z-Score: Mendeteksi Financial Distress. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil, 5(2),1-10.

Rispayanto, S. (2013). Pengaruh Laba Kotor, Laba Operasi, Laba Bersih dan Arus Kas Operasi dalam Memprediksi Arus Kas Operasi Masa Mendatang. Skripsi. Padang: Universitas Negeri Padang.

Sahamok. Saham Delisting. Diakses pada Februari 12, 2019, dari https://www.sahamok.com/emiten/saham-delisting/

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sayari, N., & Mugan, F.N.C.S. (2013). Cash Flow Statement as an Evidence for Financial Distress. Universal Journal of Accounting and Finance, 1(3), 95-103.

Sigarlaki, P., Karamoy, H., & Elim, I. (2014). Analisis Net Profit Margin pada Perusahaan Depot Air Minum di Lingkungan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 2(2), 1617-1625

Suwarjeni, V. W. (2017). Analisis Laporan Keuangan Teori, Aplikasi & Hasil Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Thim, C. K., Choong, Y. V., & Nee, C. S. (2011). Factors Affecting Financial Distress: The Case of Malaysian Public Listed Firms. Corporate Ownership and Control, 8(4), 345-351.

Wahyuningtyas, F. (2010). Penggunaan Laba dan Arus Kas Untuk Memprediksi Kondisi Financial Distress (Studi Kasus Pada Perusahaan Bukan Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2005-2008). Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.

Wardhani, R. (2007). Mekanisme Corporate Governance Dalam Perusahaan yang Mengalami Permasalahan Keuanga. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia. 4(1), 95-114.

Whitaker, R. B. (1999). The Early Stages of Financial Distress. Journal of Economics and Finance, 23(2), 123-132.

Widayanti, L.P., Triaryati, N., & Abundanti, N. (2016). Pengaruh Probabilitas, Tingkat Pertumbuhan, Likuiditas, dan Pajak Terhadap Struktur Modal Pada Sektor Pariwisata. E-Journal Manajemen Unud, 5(6), 3761-3793.

Wruck, K. H. (1990). Financial Distress, Reorganization, and Organizational Efficiency. Journal of Financial Economics, 27, 414-44.

Yocelyn, A., & Christiawan, Y. J. (2012). Analisis Perubahan Arus Kas dan Laba Akuntansi Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Berkapitalisasi Besar. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 14(2), 81-90.

Zulandari, N. (2015). Analisis Pengaruh Model Laba dan Model Arus Kas Dalam Memprediksi Kondisi Financial Distress Perusahaan Transportasi Yang Mendaftar di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Padang: Universitas Andalas.
Published
2022-02-28
How to Cite
MALUMBEKE, Queensly; KASINGKU, Frisky Jeremy. EARNINGS AND CASH FLOW IN PREDICTING FINANCIAL DISTRESS. Klabat Accounting Review, [S.l.], v. 3, n. 1, p. 36-53, feb. 2022. ISSN 2721-723X. Available at: <http://ejournal.unklab.ac.id/index.php/kar/article/view/803>. Date accessed: 07 july 2022. doi: https://doi.org/10.31154/kar.v3i1.803.36-53.